Breaking News
Beranda » PERISTIWA » Rocky Gerung Soroti Tuntutan Ideologi Gen Z, Asep Kususanto Tekankan Partisipasi Publik

Rocky Gerung Soroti Tuntutan Ideologi Gen Z, Asep Kususanto Tekankan Partisipasi Publik

  • account_circle Ato
  • calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, 19/10/2026 – Diskusi publik Indonesia Youth Epicentrum mengangkat dua tantangan demokrasi, yakni pelaksanaan Pasal 33 UUD 1945 melalui perencanaan ekonomi partisipatif dan tuntutan generasi Z terhadap janji serta ideologi politik pemerintah.

Kesenjangan antara janji politik, kebijakan pemerintah, dan kenyataan yang masyarakat hadapi menjadi persoalan penting dalam pembahasan masa depan demokrasi.

Dalam diskusi publik yang diselenggarakan Ilham Fadli, M.I.Kom, dari Indonesia Youth Epicentrum, Rocky Gerung menyoroti kecenderungan generasi Z menuntut hak dan masa depan mereka.

Sementara itu, Dr. Asep Kususanto, M.PPM, menekankan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam perencanaan kebijakan agar amanat konstitusi benar-benar menjawab kebutuhan publik.

Jurnalis senior Hersubeno Arief memandu diskusi yang mempertemukan perspektif mengenai arah politik, pembangunan ekonomi, dan tanggung jawab masyarakat dalam kehidupan bernegara.

Meski mengangkat sudut pandang berbeda, kedua narasumber menyoroti persoalan mendasar yang sama, yakni hubungan antara tujuan kebijakan, partisipasi masyarakat, dan hasil yang dirasakan publik.

Namun, bahan diskusi yang tersedia belum mencantumkan tanggal serta lokasi pelaksanaan acara sehingga kedua informasi tersebut memerlukan konfirmasi sebelum publikasi.

Asep Kususanto: Pasal 33 Membutuhkan Perencanaan Partisipatif

Dalam pemaparannya, Asep Kususanto memulai pembahasan dengan merujuk alinea ketiga Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.

Ia menyoroti frasa “Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa” sebagai ungkapan yang memiliki makna penting dalam memahami landasan kehidupan bernegara di Indonesia.

Dari perspektif tersebut, Asep menghubungkan amanat konstitusi dengan Pasal 33 UUD 1945 yang mengatur perekonomian nasional dan pemanfaatan sumber daya untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Menurutnya, Indonesia memiliki tiga kelompok utama yang menjalankan peran dalam perekonomian, yaitu sektor swasta, badan usaha milik negara (BUMN), dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Baca juga  Kepatuhan Lingkungan PT Glow Industri Belum Bisa Disimpulkan, Pemeriksaan Lapangan Jadi Kunci

Ketiga kelompok itu memiliki karakteristik serta kebutuhan berbeda sehingga pemerintah perlu menyesuaikan kebijakan dengan peran masing-masing.

Asep menilai UMKM membutuhkan dukungan agar mampu meningkatkan kapasitas dan mengembangkan usahanya.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu memperbaiki pengelolaan BUMN agar perannya dalam perekonomian nasional berjalan lebih efektif.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa keberadaan pelaku ekonomi dan kebijakan pendukung saja belum cukup untuk mewujudkan tujuan konstitusi.

Menurut Asep, perencanaan menjadi penghubung penting antara amanat Pasal 33 dan pelaksanaan kebijakan ekonomi secara nyata.

Melalui perencanaan yang terarah, pemerintah dapat menerjemahkan tujuan konstitusi menjadi program yang mempertimbangkan kebutuhan masyarakat.

Akan tetapi, ia menyoroti satu unsur yang menurut pengamatannya belum memperoleh perhatian memadai dalam perjalanan perencanaan Indonesia sejak kemerdekaan, yakni public engagement atau keterlibatan publik.

Kesenjangan Persepsi dan Partisipasi Masyarakat

Asep memandang keterlibatan publik perlu dimulai dengan mengenali isu yang benar-benar masyarakat hadapi.

Selanjutnya, isu tersebut perlu diuji melalui interaksi dengan masyarakat agar perencana kebijakan memahami persoalan berdasarkan pengalaman warga, bukan hanya asumsi pemerintah.

Menurutnya, proses itu penting karena persepsi masyarakat terhadap suatu masalah tidak selalu sejalan dengan tindakan mereka dalam menyelesaikannya.

Untuk menjelaskan kesenjangan tersebut, Asep menggunakan persoalan sampah sebagai contoh.

Masyarakat dapat menyepakati bahwa persoalan sampah di Indonesia masih memprihatinkan, tetapi sebagian warga tetap membuang sampah sembarangan.

Contoh itu memperlihatkan bahwa kesadaran terhadap persoalan publik belum tentu menghasilkan partisipasi yang mendukung penyelesaiannya.

Karena itu, Asep mengingatkan agar pemerintah maupun masyarakat tidak saling melempar tanggung jawab atas persoalan tersebut.

Sebaliknya, keduanya perlu membangun mekanisme kerja bersama yang menghubungkan perumusan kebijakan dengan perilaku masyarakat.

Melalui pendekatan itu, pemerintah dapat memahami kebutuhan warga, sedangkan masyarakat memperoleh ruang untuk menyampaikan penilaian sekaligus mengambil bagian dalam penyelesaian masalah.

Baca juga  Kantor Bupati di Depan Mata, Tambang Berujung Maut: Tiga Warga Tewas

Dengan demikian, keterlibatan publik tidak sekadar menjadi pelengkap proses perencanaan, melainkan bagian penting untuk mengukur kesesuaian kebijakan dengan persoalan nyata.

Gagasan tersebut juga menempatkan partisipasi masyarakat sebagai unsur yang perlu mendapat perhatian dalam berbagai bidang, mulai dari ilmu politik hingga kebijakan publik dan perencanaan pembangunan.

Rocky Gerung: Gen Z Menagih Janji Politik

Dari sudut pandang politik, Rocky Gerung menyoroti kecenderungan generasi Z untuk menuntut pemenuhan hak dan kepastian masa depan.

Rocky menggambarkan gejolak yang ia soroti di Eropa sebagai bentuk perlawanan generasi muda terhadap janji pemerintah yang mereka anggap perlu ditagih.

Dalam pernyataannya, Rocky mengatakan, “Gen Z memulai revolusi, untuk menagih hak mereka di masa depan.”

Ia melihat kecenderungan tersebut sebagai perkembangan yang tidak hanya berkaitan dengan tuntutan ekonomi, tetapi juga menyentuh persoalan ideologi dalam politik.

Menurut Rocky, generasi muda mulai mempertanyakan nilai dan gagasan yang mendasari kebijakan pemerintah di negara masing-masing.

Dengan kata lain, tuntutan mereka tidak berhenti pada janji mengenai kesejahteraan, tetapi juga menyangkut arah politik dan masa depan yang ditawarkan oleh para pemegang kekuasaan.

Rocky turut menyinggung peristiwa di Paris yang, menurut pandangannya, memperlihatkan semakin kuatnya persoalan ideologi dalam tuntutan generasi baru.

Ia juga memperkirakan kecenderungan tersebut berpotensi meluas ke Asia, termasuk China.

Namun, perkiraan itu merupakan pandangan Rocky dan belum membuktikan bahwa gerakan serupa pasti berkembang di negara-negara tersebut.

Bagi Rocky, dinamika generasi Z menunjukkan bahwa ideologi dapat kembali menjadi bagian penting dalam tuntutan politik ketika generasi muda mempertanyakan kesesuaian antara janji pemerintah dan kenyataan.

Meski demikian, penilaian mengenai skala gejolak di Eropa serta perkembangan gerakan di Paris memerlukan verifikasi melalui sumber berita, tanggal, dan konteks peristiwa yang relevan.

Baca juga  Sinergi TNI-Polri dan Warga Perkuat Siskamling di Jatinegara

Menghubungkan Kebijakan, Ideologi, dan Kepentingan Publik

Paparan Asep dan Rocky menghadirkan dua perspektif yang saling berkaitan dalam melihat hubungan negara dengan masyarakat.

Asep menyoroti pentingnya keterlibatan warga dalam perencanaan ekonomi dan kebijakan publik, sedangkan Rocky menekankan tuntutan generasi muda terhadap janji serta arah ideologi politik.

Keduanya menunjukkan pentingnya ruang bagi masyarakat untuk menilai kebijakan dan mempertanyakan kesesuaiannya dengan kebutuhan publik.

Dalam konteks pembangunan ekonomi, pemerintah perlu memperhatikan aspirasi warga sejak tahap identifikasi masalah hingga evaluasi program.

Sementara itu, dalam kehidupan politik, masyarakat membutuhkan ruang untuk menilai apakah kebijakan pemerintah sejalan dengan janji dan nilai yang disampaikan kepada publik.

Namun, partisipasi tidak cukup hanya berupa kritik atau penyampaian pendapat.

Pemerintah perlu menjelaskan tindak lanjut atas aspirasi masyarakat, sedangkan warga juga perlu mengambil bagian dalam penyelesaian persoalan bersama.

Pada akhirnya, implementasi Pasal 33 UUD 1945 dan tuntutan politik generasi Z mengarah pada pertanyaan yang sama: sejauh mana negara mampu menghubungkan tujuan politik dan ekonomi dengan kebutuhan nyata masyarakat?

Pertanyaan itu menegaskan pentingnya perencanaan yang terbuka terhadap partisipasi publik, pertanggungjawaban kebijakan, serta hubungan yang konsisten antara janji dan pelaksanaan.

PT Gensa Media Indonesia membuka ruang bagi pembaca dan masyarakat yang ingin memberikan dukungan terhadap keberlanjutan operasional dan kegiatan jurnalisme melalui QRIS resmi di bawah ini:

📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Avatar photo

Ditulis oleh

Ato adalah Redaktur TitikPublik.com yang bertanggung jawab dalam proses penyuntingan dan penyajian berita agar tetap faktual, berimbang, akurat, serta sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.

Berita Random

  • Pangdam Jaya Tinjau Kesiapan Brigif TP 58 dan Sejumlah Batalyon

    Pangdam Jaya Tinjau Kesiapan Brigif TP 58 dan Sejumlah Batalyon

    • calendar_month Minggu, 25 Okt 2026
    • account_circle Ato
    • 0Komentar

    Bogor – Pangdam Jaya/Jayakarta Letjen TNI Deddy Suryadi meninjau kesiapan prajurit, kondisi satuan, serta fasilitas pendukung Brigif TP 58/Jayasingawarman dan sejumlah batalyon jajarannya di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/10/2026). Kunjungan kerja tersebut menyasar Marshalling Area Brigif TP 58/Jayasingawarman di Cikopomanyak, Jasinga, beserta tiga satuan, yakni Yonif TP 204/PW, Yonif TP 205/GM, dan Yonif TP […]

  • Keributan Pecah di HNM Cibubur, Jam Buka Sampai Subuh Jadi Sorotan

    Keributan Pecah di HNM Cibubur, Jam Buka Sampai Subuh Jadi Sorotan

    • calendar_month Rabu, 16 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BEKASI – Keributan antar-pengunjung terjadi di Helen’s Night Mart (HNM) Cibubur, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi, Minggu (13/9/2026) sekitar pukul 02.00 WIB. Video keributan tersebut kemudian beredar di media sosial dan memunculkan sorotan mengenai aktivitas tempat usaha yang menyediakan minuman beralkohol tersebut, termasuk soal jam operasionalnya. Camat Jatisampurna Nata Wirya mengaku baru mengetahui keberadaan tempat tersebut […]

  • Babinsa dan Komduk Patroli Malam, Warga Diimbau Jaga Keamanan

    Babinsa dan Komduk Patroli Malam, Warga Diimbau Jaga Keamanan

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Ato
    • 0Komentar

    Tangerang – Babinsa Kodim 0506/Tangerang bersama Komponen Pendukung (Komduk) menggelar patroli malam untuk menjaga keamanan lingkungan warga. Patroli tersebut berlangsung di wilayah Koramil 04/Ciledug dan Koramil 07/Pondok Aren, Jumat malam (25/9/2026). Kegiatan itu menyasar sejumlah titik rawan serta kawasan permukiman warga untuk mencegah tindak kejahatan dan gangguan ketertiban masyarakat. Personel menyusuri lingkungan warga pada malam […]

  • Satgas Sampah Koramil Ciputat Bersihkan Pasar Cimanggis

    Satgas Sampah Koramil Ciputat Bersihkan Pasar Cimanggis

    • calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
    • account_circle Ato
    • 0Komentar

      Tangerang Selatan – Satgas Sampah Koramil 05/Ciputat menggelar aksi bersih lingkungan di Pasar Cimanggis untuk mengurangi penumpukan sampah. Kegiatan berlangsung di Kelurahan Ciputat, Kecamatan Ciputat, Kota Tangerang Selatan, Rabu, 26 Agustus 2026. Aksi tersebut menjadi bagian dari upaya mendukung penanganan darurat sampah sekaligus menjaga kebersihan lingkungan pasar. Personel Koramil 05/Ciputat mengerahkan empat anggota yang dipimpin […]

  • Babinsa Sukaasih Amankan Kirab Gunungan Festival Maulid Nusantara 7

    Babinsa Sukaasih Amankan Kirab Gunungan Festival Maulid Nusantara 7

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Ato
    • 0Komentar

      Tangerang – Babinsa Kelurahan Sukaasih Koramil 01/Tangerang mengamankan Kirab Budaya Gunungan Festival Maulid Nusantara 7 Kota Tangerang, Selasa, 25 Agustus 2026.Sertu Slamet Hariyanto bersama unsur pengamanan memastikan rangkaian kegiatan keagamaan dan budaya tersebut berjalan aman, tertib, serta lancar.Kegiatan berlangsung di Taman Elektrik Puspemkot Tangerang, Jalan Satria Sudirman RT 02/RW 01, Kelurahan Sukaasih, Kecamatan Tangerang.Ketua […]

  • Adira Finance Diadukan ke OJK, Penarikan dan Lelang Kendaraan Jadi Sorotan

    Adira Finance Diadukan ke OJK, Penarikan dan Lelang Kendaraan Jadi Sorotan

    • calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
    • account_circle Redaksi
    • 0Komentar

    BEKASI – Urusan kendaraan ditarik lalu disebut sudah dilelang kini naik kelas, dari meja pembiayaan menuju meja pengawasan. YLBHGKI Cabang Kota Bekasi melaporkan persoalan yang melibatkan PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk. atau Adira Finance kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 September 2026. Pengaduan tersebut diajukan melalui surat Nomor: 279/PENGADUAN/YLBHGKI/CKB/IX/2026. Dalam pengaduan itu, YLBHGKI […]

expand_less