Remaja Diamankan di Polsek Cilincing, Orang Tua Mengaku Diminta Uang Jutaan
- account_circle Ato
- calendar_month Rabu, 26 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA – Lima remaja berinisial MR, ADK, MFS, MH, dan NAD yang sebelumnya diamankan di Polsek Cilincing, Jakarta Utara, telah kembali ke rumah masing-masing setelah dijemput orang tua pada Minggu (23/8/2026).
Namun, kepulangan mereka menyisakan pertanyaan setelah sejumlah orang tua mengaku dimintai uang jutaan rupiah oleh seseorang bernama Dachi yang disebut mendampingi para remaja tersebut.Para orang tua yang memberikan keterangan meminta identitasnya tidak dipublikasikan demi keamanan dan perlindungan keluarga.
Mereka mengaku menerima informasi mengenai keberadaan anak-anaknya dari Dachi pada Sabtu (22/8/2026) siang, setelah kelima remaja tersebut diamankan polisi pada dini hari.Menurut keterangan keluarga, Dachi memperkenalkan diri sebagai penasihat hukum dan meminta orang tua datang ke Polsek Cilincing.
Pada saat yang sama, keluarga disebut diminta menyiapkan sejumlah uang yang nilainya mencapai jutaan rupiah untuk masing-masing anak.“Sekitar Sabtu siang kami diberitahu oleh Dachi yang mengaku sebagai penasihat hukum untuk datang ke Polsek karena anak ditahan. Dachi meminta kami untuk menyiapkan uang jutaan rupiah agar anak-anak bisa dibebaskan,” ujar salah seorang orang tua kepada Gensa.club, Senin (24/8/2026).Keluarga mengaku selama proses pendampingan, komunikasi mengenai kondisi dan kepulangan anak lebih banyak berlangsung melalui Dachi.
Mereka mengatakan tidak memperoleh penjelasan secara langsung dari kepolisian mengenai uang yang disebut diminta tersebut.“Kami tidak dijelaskan oleh polisi, bahkan kami hanya berurusan dengan Dachi. Kami tidak mengetahui apa tujuan uang yang diminta tersebut. Bagi kami, anak sudah kembali pulang, kami sudah bersyukur,” kata orang tua tersebut.Meski anak telah kembali, keluarga mengaku masih mempertanyakan permintaan uang tersebut.
Mereka menyatakan kecewa karena harus mengeluarkan dana dalam jumlah jutaan rupiah tanpa mengetahui secara jelas rincian, dasar, maupun peruntukannya.
Persoalan itu menjadi penting karena status dan tujuan pembayaran tersebut belum dapat dipastikan. Uang yang diberikan keluarga bisa saja berkaitan dengan jasa pendampingan hukum, biaya operasional, atau keperluan lain.
Namun, sampai berita ini disusun, belum terdapat penjelasan terperinci mengenai dasar pembayaran tersebut.
Dachi Akui Mendampingi, Belum Rinci Dasar Pembayaran
Dachi membenarkan dirinya mendampingi kelima remaja tersebut ketika dikonfirmasi awak media melalui sambungan telepon pada Senin (24/8/2026).“Iya, saya yang mendampingi, Bang. Kebetulan saya ada perkara dan kebetulan anak-anak itu harus didampingi. Ya sudah, saya berkenan saja,” ujar Dachi.Namun, ketika ditanya mengenai dasar kewenangannya sebagai penasihat hukum, Dachi belum menjelaskan secara rinci apakah pendampingan tersebut dilakukan berdasarkan surat kuasa dari keluarga, penunjukan resmi dari pihak yang berwenang, atau mekanisme lainnya.Pertanyaan mengenai uang yang disebut diminta kepada orang tua masing-masing remaja juga belum memperoleh penjelasan spesifik. Dachi tidak merinci jumlah uang, tujuan pembayaran, maupun dasar penarikan dana tersebut.“Jadi begini abangku, namanya juga wajar abang bertanya. Cuma pertanyaan ini bukan saya tidak mau jawab. Ini juga sudah termasuk ke dapur saya. Namanya saya penasihat hukum, kalau ngomongin terkait itu bukan hal yang kaku, dan saya dilindungi untuk itu, kecuali saya polisi,” kata Dachi.Berita selengkapnya dapat anda baca pada laman Gensa Media Indonesia yang berjudul:
Pulang dari Polsek Cilincing, Orang Tua Akui Diminta Uang Jutaan oleh Penasihat Hukum
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh Ato
Ato adalah Redaktur TitikPublik.com yang bertanggung jawab dalam proses penyuntingan dan penyajian berita agar tetap faktual, berimbang, akurat, serta sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
