PTPN IV PalmCo Kirim 37,2 Ton Kopi Arabika ke Amerika Serikat
- account_circle Ato
- calendar_month Sabtu, 19 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – PTPN IV PalmCo kembali menembus pasar Amerika Serikat dengan mengirim 37,2 ton kopi arabika pada Agustus 2026.
Pengiriman tersebut menjadi ekspor awal musim panen 2026 melalui Kerja Sama Operasi (KSO) PTPN IV dan PTPN I.
Kebun Java Coffee Estate mengirim 37.200 kilogram kopi arabika kepada dua importir Amerika Serikat.
Kedua importir tersebut yakni Walker Trading dan BERO POLSKA SP Z.O.O.
Langkah ini sekaligus memperkuat upaya perusahaan mempertahankan pasar ekspor dan memenuhi standar mutu pembeli internasional.
Selain itu, ekspor tersebut sejalan dengan agenda pemerintah meningkatkan nilai ekspor kopi nasional hingga Rp100 triliun.
Pasar Amerika dan Target Ekspor Nasional
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menyebut nilai ekspor kopi Indonesia berada di kisaran Rp40 triliun.
Nilai tersebut setara sekitar US$2,5 miliar berdasarkan keterangan yang disampaikan pemerintah.
Pemerintah kemudian menargetkan nilai ekspor kopi meningkat menjadi Rp100 triliun.
Dalam jangka panjang, pemerintah juga membidik nilai ekspor hingga Rp200 triliun.
Amran mendorong Indonesia tidak sekadar memasok bahan baku, tetapi meningkatkan posisi sebagai penentu harga kopi internasional.
Karena itu, pemerintah menempatkan kualitas bibit dan produktivitas perkebunan sebagai bagian penting dalam pengembangan komoditas kopi.
“Kami ingin Indonesia sebagai produsen memiliki posisi tawar yang lebih kuat,” ujar Amran.
“Nilai tambah komoditas harus kembali kepada petani dan negara agar kesejahteraan masyarakat meningkat,” lanjutnya.
Bagi PTPN IV PalmCo, pasar internasional bukan tujuan baru dalam pengembangan bisnis kopi.
Data perusahaan menunjukkan Java Coffee Estate telah memasok kopi ke sejumlah negara Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah.
Sepanjang 2024, perusahaan mencatat ekspor 144 ton ke Jerman dan 132 ton ke Amerika Serikat.
Selanjutnya, perusahaan mengirim 109 ton ke Belgia dan 108 ton ke Inggris Raya pada tahun yang sama.
Perusahaan juga mencatat pengiriman 92 ton ke Arab Saudi serta 19 ton ke Norwegia sepanjang 2024.
Pada 2025, ekspor berlanjut hingga April dengan pengiriman 53 ton ke Inggris Raya dan 36 ton ke Amerika Serikat.
Pada periode tersebut, perusahaan juga mengirim 19 ton kopi masing-masing ke Norwegia dan Arab Saudi.
Strategi Perbaikan Hulu
Direktur Utama PTPN IV PalmCo Jatmiko K. Santosa mengatakan perusahaan menjalankan strategi “turn around” untuk memperkuat komoditas kopi.
Manajemen menerapkan strategi tersebut di Kebun Kalisat dan Blawan, kawasan Ijen, dalam tiga tahun terakhir.
Perusahaan kemudian memperbaiki sektor hulu melalui peremajaan bibit unggul dan penggunaan teknologi yang lebih efisien.
Strategi tersebut turut mendorong produktivitas Kebun Java Coffee Estate setelah pelaksanaan KSO PTPN IV dan PTPN I.
Pada 2023, kebun tersebut mencatat produktivitas tertinggi dalam tujuh tahun terakhir sebesar 2.895 kilogram per hektare cherry.
Capaian tersebut setara dengan 482 kilogram per hektare greenbean.
Sementara itu, produksi TM I dari investasi PTPN IV yang dimulai pada 2022 mencapai 2.618 kilogram per hektare cherry pada 2026.
Angka tersebut setara dengan 417 kilogram per hektare greenbean.
Jatmiko mengatakan perusahaan akan terus memperluas skala ekspor dengan mempertahankan kualitas panen dan mutu produk.
“Tentu kami akan berupaya meningkatkan skalanya dengan tetap memperhatikan kualitas panen serta mutu produk,” kata Jatmiko.
“Sehingga ekspor ke mancanegara yang sudah berhasil dilakukan juga dapat diperluas lagi,” lanjutnya.
Target 700 Ton pada Musim Panen 2026
Manajer Kebun Java Coffee Estate Hastudy Yunarko menyebut pengiriman 37,2 ton tersebut baru tahap awal ekspor musim panen 2026.
PTPN IV PalmCo menargetkan ekspor kopi arabika mencapai 700 ton sepanjang musim panen 2026.
Karena itu, manajemen menempatkan pengawasan mutu sebagai faktor penting untuk menjaga kepercayaan pembeli internasional.
“Pengiriman awal di musim panen ini menjadi momentum untuk menjaga standar,” ungkap Hastudy.
“Target ekspor tahun ini sebesar 700 ton bukanlah angka yang kecil,” lanjutnya.
Menurut Hastudy, perusahaan perlu mengawasi seluruh rangkaian proses untuk memastikan standar produk tetap terjaga.
Pengawasan mencakup produksi di kebun, pengolahan pabrik, hingga ketepatan waktu pengiriman kepada pembeli.
“Pengawalan mutu, dari proses produksi di kebun, pengolahan pabrik, hingga ketepatan waktu pengiriman harus diawasi ketat,” katanya.
Langkah tersebut bertujuan menjaga ekspektasi sekaligus mempertahankan kepercayaan buyer internasional terhadap produk kopi Java Coffee Estate.
Selain pengiriman ekspor, manajemen kebun menggelar doa bersama untuk menandai dimulainya musim panen 2026.
KH Ahmad Zakaria Muchtar, L.C., M.H., memimpin kegiatan tersebut di lingkungan operasional Kebun Java Coffee Estate.
Manajemen juga menyalurkan santunan kepada anak yatim dan lanjut usia di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan membangun hubungan dengan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.
Dengan ekspor awal 37,2 ton, PTPN IV PalmCo kini memasuki musim panen 2026 dengan target lebih besar.
Namun, perusahaan masih harus menjaga mutu dan kesinambungan pasokan untuk merealisasikan target ekspor 700 ton tersebut.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh Ato
Ato adalah Redaktur TitikPublik.com yang bertanggung jawab dalam proses penyuntingan dan penyajian berita agar tetap faktual, berimbang, akurat, serta sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
