PalmCo dan IPB Training Latih 211 Petani Sawit Rakyat di Jambi
- account_circle Ato
- calendar_month Selasa, 20 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Muaro Jambi – PTPN IV PalmCo Regional IV menggandeng IPB Training untuk meningkatkan kompetensi 211 petani sawit swadaya dari empat kabupaten di Provinsi Jambi melalui pelatihan budi daya, panen, dan pascapanen.
Pelatihan selama satu minggu itu dimulai pada 10 Oktober 2026 di Kebun dan Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Tanjung Lebar, Kecamatan Bahar Selatan, Kabupaten Muaro Jambi.
Program tersebut menyasar petani dari Kabupaten Batanghari, Sarolangun, Tebo, dan Merangin. Melalui kegiatan ini, perusahaan mendorong peningkatan keterampilan teknis petani agar mampu mengelola kebun secara lebih baik dan menjaga mutu tandan buah segar (TBS).
Materi pelatihan mencakup pemeliharaan tanaman belum menghasilkan (TBM), teknik panen, penanganan pascapanen, serta pengenalan proses pengolahan TBS menjadi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO).
PTPN IV PalmCo menilai penguatan kompetensi petani menjadi bagian penting dalam meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat. Sebab, kualitas pengelolaan tanaman dan penanganan hasil panen turut menentukan hasil produksi serta nilai ekonomi yang diterima pekebun.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, mengatakan perusahaan ingin mendorong kemajuan petani rakyat melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan teknis.
“PTPN IV PalmCo tidak hanya berfokus pada peningkatan produktivitas kebun perusahaan, tetapi juga berkomitmen mendukung kemajuan petani sawit rakyat,” ujar Jatmiko.
Ia berharap petani dapat menerapkan praktik budi daya yang baik, menghasilkan panen berkualitas, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan.
Perkuat Kemampuan Petani Sejak Fase Tanaman Muda
Pelatihan tersebut memadukan pembelajaran di kelas dengan praktik lapangan. Pendekatan ini memberi kesempatan kepada peserta untuk memahami materi sekaligus mengenali penerapannya dalam kegiatan perkebunan sehari-hari.
Salah satu fokus utama pelatihan ialah pemeliharaan tanaman belum menghasilkan. Fase ini memegang peranan penting karena perawatan sejak awal pertumbuhan dapat memengaruhi kesiapan tanaman memasuki masa produksi.
Petani perlu memahami pemupukan, pengendalian gulma dan hama, serta perawatan tanaman sesuai kebutuhan kebun. Dengan pengelolaan yang tepat dan konsisten, pekebun dapat mendukung pertumbuhan tanaman sebelum memasuki fase menghasilkan.
Selain itu, pemahaman teknis membantu petani mengenali pentingnya perawatan kebun secara terencana. Namun, penerapan materi di lapangan tetap membutuhkan penyesuaian dengan kondisi tanaman, karakteristik lahan, dan kebutuhan masing-masing kebun.
PTPN IV PalmCo Regional IV menjadikan pelatihan ini sebagai salah satu bentuk dukungan terhadap peningkatan kemampuan pekebun swadaya. Melalui kerja sama dengan IPB Training, perusahaan mempertemukan kebutuhan praktis petani dengan pembelajaran teknis mengenai pengelolaan kelapa sawit.
Direktur Hubungan Kelembagaan PTPN IV PalmCo, Arya Sandhiyudha, menekankan pentingnya pemberdayaan petani melalui peningkatan kapasitas dan kolaborasi berkelanjutan.
“Pemberdayaan petani swadaya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas dan kolaborasi,” kata Arya.
Menurutnya, penguatan keterampilan dapat membantu petani mengelola kebun secara lebih produktif, menjaga kualitas hasil panen, serta meningkatkan daya saing dalam rantai nilai industri kelapa sawit.
Kualitas Panen Menentukan Nilai Hasil Kebun
Selain mempelajari pemeliharaan tanaman, peserta mendapat materi mengenai teknik panen dan penanganan pascapanen. Kedua aspek tersebut penting karena kualitas buah yang dipanen dan cara penanganannya memengaruhi mutu bahan baku yang masuk ke pabrik.
Peserta juga mengunjungi fasilitas pengolahan TBS di PKS Tanjung Lebar. Melalui pengenalan proses tersebut, petani dapat memahami hubungan antara praktik panen di kebun dan kebutuhan industri pengolahan.
Ketepatan menentukan kematangan buah menjadi salah satu aspek penting dalam menjaga mutu TBS. Selain itu, penanganan dan waktu pengangkutan menuju pabrik turut memengaruhi kualitas bahan baku.
Karena itu, petani perlu memahami standar panen dan pascapanen secara menyeluruh. Dengan menerapkan praktik yang sesuai, pekebun berpeluang mengurangi kehilangan hasil serta menjaga nilai ekonomi produksi.
Pemahaman mengenai proses pengolahan juga membantu petani melihat bahwa pengelolaan kebun dan mutu bahan baku saling berkaitan. Kualitas hasil panen bukan hanya persoalan jumlah produksi, melainkan juga ketepatan proses sejak pemeliharaan tanaman hingga pengiriman buah.
Meski demikian, peningkatan kompetensi melalui pelatihan perlu diikuti penerapan yang konsisten agar manfaatnya dapat dirasakan dalam pengelolaan kebun. Hasil nyata program tersebut juga bergantung pada kondisi kebun dan kemampuan petani menerapkan pengetahuan yang diperoleh.
Dorong Perkebunan Rakyat Lebih Berkelanjutan
PTPN IV PalmCo juga mengaitkan peningkatan kompetensi petani dengan upaya memperkuat praktik perkebunan berkelanjutan. Salah satu aspek yang diperkenalkan ialah pemahaman mengenai standar pengelolaan perkebunan, termasuk sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sesuai ketentuan yang berlaku.
Pengetahuan mengenai standar tersebut dapat menjadi bekal bagi petani untuk memahami persyaratan pengelolaan perkebunan yang lebih baik. Namun, pelatihan ini tidak dengan sendirinya menjamin peserta memenuhi seluruh persyaratan sertifikasi.
Arya menilai pemberdayaan pekebun swadaya perlu berjalan bersama akses terhadap pengetahuan, pendampingan, dan kolaborasi. Dengan dukungan tersebut, petani diharapkan memiliki kemampuan lebih baik untuk mengelola kebun dan meningkatkan nilai ekonomi hasil produksinya.
Sementara itu, Jatmiko menegaskan bahwa perusahaan ingin tumbuh bersama masyarakat melalui dukungan terhadap perkebunan rakyat. PTPN IV PalmCo Regional IV Jambi–Sumatera Barat mendorong sinergi antara pelaku industri, institusi pendidikan, dan pekebun.
Sebagai bagian dari Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo menjalankan berbagai upaya penguatan industri kelapa sawit melalui peningkatan produktivitas, pengembangan kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat.
Melalui pelatihan yang melibatkan 211 petani tersebut, perusahaan berharap peningkatan pengetahuan teknis dapat mendukung pengelolaan kebun yang lebih baik. Pada akhirnya, keberlanjutan program akan bergantung pada penerapan keterampilan di lapangan serta kesinambungan dukungan bagi pekebun swadaya.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh Ato
Ato adalah Redaktur TitikPublik.com yang bertanggung jawab dalam proses penyuntingan dan penyajian berita agar tetap faktual, berimbang, akurat, serta sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
