Kodim 0505 Jakarta Timur Panen Padi Inpari 32 di Ujung Menteng
- account_circle Ato
- calendar_month Rabu, 7 Okt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta – Kodim 0505/Jakarta Timur bersama Pemprov DKI Jakarta memanen padi varietas Inpari 32 di Kebun Bibit Ujung Menteng, Rabu, 7 Oktober 2026.
Panen berlangsung di Jalan Tambun Rengas RT 01/RW 08, Kelurahan Ujung Menteng, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Kegiatan tersebut melibatkan Pusat Pengembangan Benih (Pusbang Benih) dan Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Timur.
Kolaborasi lintas instansi itu menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian di kawasan perkotaan.
Panen padi Inpari 32 juga menunjukkan bahwa lahan pertanian masih dapat dimanfaatkan untuk mendukung produksi pangan di tengah karakter wilayah perkotaan.
Panen Inpari 32 Dorong Pemanfaatan Lahan Perkotaan
Padi Inpari 32 menjadi varietas yang dipanen dalam kegiatan tersebut.
Berdasarkan informasi kegiatan, varietas itu memiliki ketahanan terhadap serangan hama serta dapat tumbuh dengan kebutuhan air yang relatif lebih sedikit.
Karakter tersebut dinilai mendukung pengembangan pertanian yang adaptif dan produktif, terutama dalam pemanfaatan lahan pertanian di kawasan perkotaan.
Karena itu, kegiatan panen tidak hanya berkaitan dengan hasil pertanian, tetapi juga memperlihatkan pola kolaborasi antarlembaga dalam menjaga produksi pangan.
Di sisi lain, bahan kegiatan belum mencantumkan luas lahan, jumlah hasil panen, produktivitas per hektare, maupun nilai produksi padi yang diperoleh.
Data tersebut penting untuk mengukur secara objektif capaian produksi dan kontribusi kegiatan terhadap kebutuhan pangan masyarakat.
Meski demikian, kegiatan panen menjadi momentum untuk memperlihatkan pemanfaatan Kebun Bibit Ujung Menteng sebagai lokasi kegiatan pertanian.
Kehadiran berbagai unsur pemerintah juga memperlihatkan keterlibatan lintas sektor dalam kegiatan pertanian di wilayah Jakarta Timur.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala BRMP Provinsi DKI Jakarta, Wali Kota Administrasi Jakarta Timur, serta Kepala BPS Kota Administrasi Jakarta Timur.
Selain itu, hadir pula Komandan Kodim 0505/Jakarta Timur dan Kepala Bidang Pertanian.
Para Kepala Suku Dinas KPKP se-DKI Jakarta turut menghadiri kegiatan panen tersebut.
Hadir pula Kepala UPT Pusat Pengembangan Benih dan Proteksi Tanaman serta Kepala UPT Pusat Promosi dan Sertifikasi Hasil Pertanian.
Pimpinan PT Tangguh Media Nusantara atau Panen News juga tercatat hadir dalam kegiatan tersebut.
Sinergi TNI dan Pemprov DKI
Kolaborasi Kodim 0505/Jakarta Timur dengan unsur Pemprov DKI Jakarta menjadi bagian penting dalam kegiatan pertanian tersebut.
Melalui sinergi tersebut, sektor pertanian mendapat perhatian bersama dari unsur pertahanan wilayah dan pemerintah daerah.
Selanjutnya, pemanfaatan lahan pertanian di kawasan perkotaan dapat menjadi salah satu bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Dalam konteks Jakarta Timur, keberadaan lahan pertanian di Ujung Menteng memberikan ruang bagi pengembangan kegiatan pertanian di tengah lingkungan perkotaan.
Namun, keberlanjutan program juga membutuhkan data produksi dan evaluasi berkala agar hasil kegiatan dapat diukur secara transparan.
Selain produktivitas, aspek penggunaan air, pengendalian hama, pengelolaan lahan, serta keberlanjutan budidaya menjadi bagian penting dalam pengembangan pertanian adaptif.
Informasi mengenai aspek tersebut belum tercantum dalam bahan kegiatan sehingga belum dapat disimpulkan lebih jauh.
Karena itu, hasil panen Inpari 32 di Ujung Menteng menjadi salah satu gambaran kegiatan kolaboratif dalam mendukung ketahanan pangan di wilayah Jakarta Timur.
Kegiatan panen berlangsung pada Rabu, 7 Oktober 2026, dengan melibatkan unsur TNI, pemerintah daerah, perangkat teknis pertanian, serta pihak terkait lainnya.
Melalui kegiatan tersebut, kolaborasi lintas instansi diarahkan untuk memperkuat pemanfaatan lahan pertanian dan produktivitas pangan di wilayah DKI Jakarta.
Pada akhirnya, keberhasilan program serupa tidak hanya bergantung pada kegiatan panen, tetapi juga pada kesinambungan budidaya dan pengelolaan lahan.
Karena itu, data hasil produksi dan evaluasi lanjutan akan menjadi informasi penting untuk melihat dampak kegiatan terhadap penguatan ketahanan pangan perkotaan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh Ato
Ato adalah Redaktur TitikPublik.com yang bertanggung jawab dalam proses penyuntingan dan penyajian berita agar tetap faktual, berimbang, akurat, serta sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
