Pelajar Bekasi Sumbang Medali untuk Timnas Jiu-Jitsu Indonesia di Kamboja
- account_circle Ato
- calendar_month Kamis, 27 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

BEKASI – Pelajar asal Kota Bekasi, Fadhil Rizki Abriyanto (14), berhasil meraih medali perunggu dalam ajang Regional Championship Southeast cabang olahraga Jiu-Jitsu di Kamboja.
Fadhil meraih medali tersebut setelah melewati empat pertandingan pada nomor U16 Jiu-Jitsu No Gi Male -62 kilogram.Fadhil berangkat ke Kamboja pada 19 Agustus 2026 untuk mengikuti kompetisi tersebut.
Setelah seluruh rangkaian pertandingan selesai, ia kembali ke Indonesia pada 23 Agustus 2026 dengan membawa medali perunggu sekaligus pengalaman dari kompetisi tingkat internasional.Dalam kejuaraan itu, Fadhil menjadi salah satu atlet yang menyumbangkan medali bagi Tim Nasional Jiu-Jitsu Indonesia.
Kontingen Indonesia tercatat mengoleksi 13 medali, terdiri atas lima emas, tiga perak, dan lima perunggu.Pencapaian Fadhil di Kamboja menjadi hasil dari proses latihan yang telah ia jalani selama bertahun-tahun. Ia mulai menekuni Jiu-Jitsu ketika duduk di kelas satu SMP.
Sebelumnya, Fadhil sempat mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Paskibra.Ketertarikannya terhadap olahraga bela diri kemudian membuat Fadhil memilih fokus mengembangkan kemampuan di Jiu-Jitsu. Ia menyebut telah menekuni olahraga tersebut selama sekitar tiga setengah tahun.“Saya mengikuti Jiu-Jitsu sejak kelas satu SMP. Sampai sekarang sudah sekitar tiga tahun setengah,” kata Fadhil pada Rabu malam (26/8/2026).Selama menjalani latihan, Fadhil berlatih secara rutin bersama pelatihnya. Dalam sepekan, ia dapat menjalani latihan hingga empat kali.
Intensitas tersebut ia jalani bersamaan dengan aktivitasnya sebagai pelajar.Selain latihan rutin, Fadhil juga aktif mengikuti berbagai turnamen untuk mendapatkan pengalaman bertanding.
Menurut dia, kompetisi lokal menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi lawan di tingkat yang lebih tinggi.“Saya biasanya latihan rutin empat kali seminggu. Dalam sebulan bisa mengikuti satu sampai dua event,” ujarnya.Sebelum tampil di Kamboja, Fadhil telah mengikuti sejumlah pertandingan, antara lain di Majalengka dan DKI Jakarta.
Pengalaman dari berbagai turnamen tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan mental dan kemampuan bertandingnya.Fadhil juga mengaku pernah meraih medali emas dalam ajang Jiu-Jitsu yang berada di bawah naungan Pengurus Besar Jujitsu Indonesia (PBJI).
Prestasi tersebut menjadi salah satu catatan dalam perjalanan kompetisinya sebelum tampil di tingkat regional.
Kalah dari Singapura, Fadhil Bangkit dengan Tiga Kemenangan
Perjalanan Fadhil menuju podium di Kamboja tidak berlangsung mulus. Ia justru mengawali kompetisi dengan kekalahan saat menghadapi atlet asal Singapura.Kekalahan pada laga perdana tidak membuatnya kehilangan kesempatan untuk mengejar podium. Fadhil kembali bertanding dalam tiga laga berikutnya dan berhasil meraih kemenangan secara beruntun.Salah satu kemenangan tersebut diraih ketika menghadapi atlet asal Kamboja. Rangkaian hasil itu kemudian mengantarkan Fadhil ke podium dan memastikan medali perunggu untuk Indonesia.“Saya kalah satu kali di awal melawan Singapura. Setelah itu saya main lagi tiga kali dan menang beruntun,” tuturnya.Fadhil mengaku sempat merasa gugup ketika akhirnya berdiri di podium. Bagi atlet berusia 14 tahun itu, kompetisi di Kamboja menjadi pengalaman penting karena berlangsung di level internasional.Dukungan dari orang tua, teman, pelatih, dan sekolah menjadi salah satu sumber motivasi selama mengikuti kompetisi. Dukungan tersebut membantu Fadhil menjaga kepercayaan diri setelah mengalami kekalahan pada pertandingan pertama.“Awalnya saya merasa gugup saat pertama kali naik podium. Alhamdulillah berkat dukungan dan doa orang tua serta teman-teman, saya bisa berjuang sampai mendapatkan medali,” katanya.Di tengah kesibukannya sebagai atlet, Fadhil tetap berupaya menjaga kewajiban akademiknya. Ia mengatakan pihak sekolah memberikan dukungan terhadap aktivitasnya mengikuti latihan dan kompetisi.Menurut Fadhil, dukungan guru membuatnya tetap dapat menyelesaikan tugas sekolah meski harus membagi waktu dengan jadwal latihan dan pertandingan.“Alhamdulillah sekolah mendukung penuh. Tugas dan kewajiban saya masih bisa saya pegang. Guru-guru juga selalu mendukung,” ujarnya.Fadhil mengatakan aktivitas olahraga sejauh ini tidak membuat prestasi akademiknya terabaikan. Ia mengaku masih mampu mempertahankan posisi di lima besar di sekolah.Dukungan juga datang dari teman-temannya. Setelah mengetahui keberhasilannya meraih medali di Kamboja, sejumlah teman memberikan ucapan selamat. Bahkan, ada teman yang mentraktirnya jajan sebagai bentuk apresiasi.“Saya bersyukur punya teman-teman baik yang selalu mendukung,” katanya.Medali perunggu dari Kamboja kini menjadi bagian dari perjalanan Fadhil sebagai atlet muda. Namun, ia tidak menganggap pencapaian tersebut sebagai tujuan akhir.Fadhil menargetkan peningkatan prestasi pada kompetisi berikutnya. Ia ingin terus berlatih, memperbanyak pengalaman bertanding, dan meningkatkan kemampuan agar dapat meraih posisi yang lebih tinggi.“Untuk ke depannya saya akan terus mengejar prestasi. Insyaallah target saya bisa naik peringkat dan meraih podium pertama,” kata Fadhil.Prestasi Fadhil memperlihatkan proses seorang pelajar dalam membangun karier olahraga sejak usia muda. Latihan rutin, pengalaman bertanding, dukungan lingkungan, serta kemampuan untuk bangkit setelah mengalami kekalahan menjadi bagian dari perjalanan tersebut.Kini, medali perunggu dari Kamboja menjadi pijakan baru bagi Fadhil untuk mengejar target berikutnya. Ia masih memiliki perjalanan panjang untuk meningkatkan prestasi dan mewujudkan ambisi meraih medali emas di kompetisi mendatang.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh Ato
Ato adalah Redaktur TitikPublik.com yang bertanggung jawab dalam proses penyuntingan dan penyajian berita agar tetap faktual, berimbang, akurat, serta sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
