Hadapi Kemarau dan Karhutla, Prajurit Gelar Sholat Istisqo di Sekerat
- account_circle Ato
- calendar_month Minggu, 30 Agt 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Sekerat – Menghadapi kemarau panjang dan ancaman kebakaran hutan serta lahan (Karhutla), prajurit Brigif TP 32/Mangkalihat dan Yonif 879/Rangkok Cakti menggelar Sholat Istisqo.
Kegiatan berlangsung Sabtu, 29 Agustus 2026, di Aula Sudirman, Sekerat, sebagai ikhtiar spiritual menghadapi kondisi cuaca yang semakin kering.
Para prajurit memanjatkan doa bersama agar Allah SWT menurunkan hujan yang lebat, sejuk, dan membawa keberkahan.
Hujan diharapkan meredakan kemarau panjang, mendinginkan lingkungan, sekaligus mengurangi ancaman kebakaran yang mengintai kawasan hutan dan lahan.
Seluruh personel mengikuti ibadah tersebut dengan khusyuk dan menyatukan harapan di tengah kondisi lingkungan yang menghadapi kekeringan.
Kegiatan itu tidak sekadar menjadi permohonan turunnya hujan, tetapi juga menjadi momentum memperkuat keimanan dan kebersamaan antarpersonel.
Para prajurit berdiri berdampingan tanpa membedakan pangkat ketika mengikuti rangkaian Sholat Istisqo dan doa bersama.
Mereka kemudian bersujud serentak sebagai bentuk kerendahan hati sekaligus memohon pertolongan Allah SWT menghadapi kondisi alam yang sulit.
Doa di Tengah Ancaman Karhutla
Kondisi kemarau meningkatkan kekhawatiran terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan yang dapat mengancam lingkungan serta kehidupan masyarakat.
Karena itu, para prajurit memadukan kesiapsiagaan dalam menjalankan tugas dengan ikhtiar spiritual melalui Sholat Istisqo.
Danbrigif TP 32/Mangkalihat Kolonel Inf Agussalim Tuo, S.H., M.I.P. mengatakan kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat keyakinan.
“Pagi ini kita berkumpul di sini bukan dengan kekuatan tangan, melainkan dengan kekuatan hati dan keyakinan,” ujar Agussalim.
Menurutnya, kondisi bumi yang gersang dan ancaman kebakaran mendorong prajurit kembali memohon rahmat serta pertolongan Allah SWT.
“Di tengah bumi yang gersang dan ancaman api yang mengintai, kita kembali bersujud kepada Allah SWT memohon rahmat-Nya,” katanya.
Ia berharap hujan segera turun untuk menyegarkan bumi, meredakan kekeringan, memadamkan api, serta melindungi alam dan seluruh isinya.
“Semoga Sholat Istisqo dan doa bersama yang kita panjatkan dengan tulus hati segera dikabulkan,” kata Agussalim.
“Semoga hujan turun menyiram bumi, meredakan kekeringan dan menjauhkan bencana dari wilayah kita,” lanjutnya.
Perkuat Persatuan Prajurit
Selain aspek keagamaan, kegiatan tersebut memperkuat kebersamaan dan persatuan prajurit Brigif TP 32/Mangkalihat bersama Yonif 879/Rangkok Cakti.
Para personel menyatukan hati melalui doa bersama ketika kondisi lingkungan menghadapi kemarau dan ancaman Karhutla.
Kebersamaan tersebut menjadi bagian penting dalam menjaga soliditas personel ketika satuan menghadapi berbagai tantangan dalam pelaksanaan tugas.
Danbrigif juga mengajak seluruh prajurit mempertahankan optimisme sembari tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
“Tetaplah berharap, tetaplah berjuang dan tetaplah bersatu,” tegas Agussalim.
Ia meyakini iman dan persatuan dapat menjadi kekuatan untuk menghadapi berbagai kesulitan yang muncul.
“Karena dengan iman dan persatuan, Insya Allah segala kesulitan akan terlewati,” tutup Kolonel Inf Agussalim Tuo.
Melalui Sholat Istisqo dan doa bersama, para prajurit berharap hujan segera turun serta membawa kesejukan bagi bumi yang menghadapi kemarau.
Ikhtiar spiritual tersebut berjalan berdampingan dengan kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi potensi Karhutla dan menjaga lingkungan.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh Ato
Ato adalah Redaktur TitikPublik.com yang bertanggung jawab dalam proses penyuntingan dan penyajian berita agar tetap faktual, berimbang, akurat, serta sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
