Brigif TP 32/Mangkalihat dan Warga Gotong Royong Bersihkan Lingkungan
- account_circle Ato
- calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Bengalon – Prajurit Brigif TP 32/Mangkalihat bersama masyarakat bergotong royong membersihkan lingkungan dan fasilitas umum di Bengalon, Jumat (25/9/2026).
Kegiatan tersebut menyasar sampah dan sejumlah titik lingkungan yang membutuhkan perhatian untuk menjaga kebersihan serta kenyamanan warga.
Para prajurit bersama masyarakat menyapu jalan, mengumpulkan sampah plastik, dan membersihkan saluran air di sekitar lokasi kegiatan.
Mereka juga membersihkan sejumlah fasilitas umum yang membutuhkan penanganan agar lingkungan tetap tertata dan nyaman digunakan.
Kegiatan berlangsung dalam suasana kebersamaan tanpa membedakan latar belakang maupun kedudukan setiap peserta.
Gotong royong tersebut sekaligus menjadi ruang interaksi antara prajurit dan masyarakat dalam menjaga lingkungan tempat tinggal bersama.
Danbrigif TP 32/Mangkalihat Kolonel Inf Agussalim Tuo, S.H., M.I.P., menyampaikan komitmen satuannya untuk terus hadir di tengah masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon mengenai kegiatan gotong royong tersebut.
Menurut Agussalim, prajurit tidak hanya hadir ketika menjalankan tugas pengamanan, tetapi juga dalam kegiatan yang mendukung kehidupan masyarakat.
“Kami hadir bukan hanya untuk menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga turut serta menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, dan nyaman bagi seluruh warga,” ujar Agussalim.
Ia menilai kebersamaan antara prajurit dan masyarakat dapat memperkuat hubungan sekaligus mendorong kepedulian terhadap lingkungan.
“Kebersamaan seperti inilah yang menjadikan kita kuat,” katanya.
Warga Ikut Aktif Bersihkan Lingkungan
Kehadiran prajurit mendapat sambutan positif dari masyarakat yang ikut terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan.
Warga turut membersihkan jalan, mengumpulkan sampah, serta menangani sejumlah bagian lingkungan yang membutuhkan perhatian.
Keterlibatan tersebut menunjukkan bahwa kebersihan lingkungan membutuhkan peran bersama, bukan hanya mengandalkan satu pihak.
Salah seorang warga mengatakan kehadiran prajurit memberikan dorongan bagi masyarakat untuk semakin peduli terhadap kebersihan lingkungan.
“Kehadiran Bapak Prajurit memotivasi kami semua. Semoga kebersamaan ini terus terjaga dan lingkungan kami tetap bersih serta sehat,” ungkap warga.
Gotong royong tersebut juga menjadi sarana mempererat komunikasi antara prajurit dengan masyarakat di wilayah Bengalon.
Interaksi langsung selama kegiatan membuka ruang bagi warga dan prajurit untuk saling mengenal serta membangun hubungan yang lebih dekat.
Selain membersihkan lingkungan, kegiatan itu menumbuhkan kesadaran bersama mengenai pentingnya menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
Prajurit dan warga bekerja bersama hingga sejumlah titik yang menjadi sasaran kegiatan terlihat lebih bersih dan tertata.
Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bentuk kepedulian prajurit terhadap kondisi lingkungan masyarakat di wilayah tugasnya.
Bagi masyarakat, keterlibatan prajurit dalam kegiatan sosial menjadi dorongan untuk mempertahankan kebiasaan menjaga lingkungan secara bersama-sama.
Sementara bagi prajurit, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui aksi nyata.
Gotong royong akhirnya tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga memperkuat hubungan sosial antara TNI dan warga.
Kebersamaan tersebut diharapkan terus berkembang melalui berbagai kegiatan positif yang melibatkan masyarakat dan prajurit secara langsung.
Dengan lingkungan yang terjaga dan komunikasi yang semakin erat, masyarakat dan prajurit dapat bersama-sama menciptakan ruang hidup yang lebih nyaman.
📲 Scan QRIS di Sini 🤝 Dukung Jurnalisme Independen
Ditulis oleh Ato
Ato adalah Redaktur TitikPublik.com yang bertanggung jawab dalam proses penyuntingan dan penyajian berita agar tetap faktual, berimbang, akurat, serta sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers.
